Pages

Kamis, 06 Maret 2008

MAKNA HARI RAYA NYEPI

Hari raya Nyepi adalah adalah salah satu hari suci agama Hindu yang dirayakan setahun sekali. Hari Raya Nyepi dilakukan dalam rangka menyambut Tahun Baru Caka. Hari Raya Nyepi jatuh pada hari pertama Sasih Kedasa (Kalender Bali) atau sekitar bulan Maret dan April. Runtutan pelaksanaan Hari Raya Nyepi adalah:

1. Melis/Mekiis/Melasti
Ini biasanya dilakukan Panglong ke 13 atau 3 hari sebelum Nyepi. Tujuan dari upacara ini adalah memohon kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa/manisfestasi beliau yang besthana di laut sebagai sumber air untuk menyucikan alam beserta isinya. Semua Prelingga atau simbol Tuhan yang dalam bentuk patung diarak ke laut untuk disucikan.

2. Pecaruan atau Pengerupukan.
Upacara ini dilakukan sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Upacara ini sering disebut dengan Tawur Kesanga karena upacara ini dilakukan pada Tilem Kesanga atau pada bulan mati bulan ke sembilan pada perhitungan kalender Bali/Sasih Bali. Upacara ini dilakukan di setiap rumah, Banjar, Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi. Upacara ini dilakukan di depan pekarangan , perempatan jalan, alun-alun maupun lapangan. Tujuan upacara ini adalah mengusir atau menghilangkan pengaruh buruk Butha Kala atau roh-roh yang ada dibawah alam manusia. Jadi dapat juga dikatakan upacara Pecaruan atau Pengerupukan bertujuan mengharmoniskan kembali alam semesta beserta isinya sehingga bernuansa baru lagi. Sebelum diadakan upacara ini, biasanya anak-anak muda akan mengarak Ogoh-ogoh sebagai perlambang Bhuta Kala dengan berbagai bentuk kelilng desa yang bertujuan untuk menakuti para butha kala. Setelah selesai diarak kemudian dilaksanakan upacara Pecaruan/Pengerupukan kemudian Ogoh-ogoh ini dibakar.

3. Nyepi

Tujuan dari Hari Raya Nyepi ini adalah untuk menyepikan diri, melepaskan kepenatan dalam setahun dan banyak merenung dan mengendalikan diri. Dalam Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu:
Amati Geni yaitu tidak menyalakan api secara lahir (tidak merokok, tidak menyalakan kompor, tidak menyalakan lampu, dll) dan secara batin dimaksudkan untuk mengekang dan mengendalikan diri dari hal-hal yang bersifat negatif seperti mematikan api amarah dan api asmara.
Amati Karya yaitu tidak bekerja secara lahir dan secara batin menghentikan kegiatan jasmani dengan merenung/mawas diri.
Amati Lelungan yaitu tidak bepergian karena semua orang melakukan Tapa Brata Penyepian dan seyogyanya kita tidak menganggu ketenangan orang lain.
Amati Lelanguan yaitu tidak mengadakan hiburan/rekreasi dan bersenang-senang.Semua umat Hindu harus merenung dan mawas diri

4. Ngembak Geni


Ini merupakan akhir dari pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Dharma Santi serta saling mengunjungi antar umat untuk saling memaafkan sehingga umat bisa memulai tahun baru Caka dengan hal-hal baru yang positif. Biasanya umat juga memanfaatkan hari ini untuk mengunjungi tempat-tempat wisata sehingga hati menjadi gembira dengan pengharapan agar di tahun yang baru keadaan lebih mengembirakan.

1 comments:

madecerik mengatakan...

Selamat Hari Raya Nyepi 1934 Caka. Semoga kedamaian selalu menyertai